Pages

Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Sunday, 22 December 2013

Bangsa Kasihan ~ Khalil Gibran


Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak dituainya
dan meminum anggur yang tidak diperasnya

Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan,
dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara
kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,
tidak sesumbar kecuali di runtuhan,
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya
sudah berada di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,
falsafahnya karung nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya
dengan trompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan trompet lagi.
Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu
menghitung tahun-tahun berlalu
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa yang berpecah-belah,
dan masing-masing mengangap dirinya sebagai satu bangsa.
~ Khalil Gibran

Le komen gw: Kahlil Gibran kayak peramal yak. Apa Cuma perasaan gw aja, seolah-olah puisi di atas menyindir bangsa kita, bangsa Indonesia? Entahlah :| 

Saturday, 21 December 2013

Perkenalkan Namaku Uang





Aku tidak memiliki wajah yang cantik
Aku juga tidak memiliki fisik yg kuat
Aku bahkan lemah dan rapuh
Namun aku mempunyai kemampuan
Untuk merombak tatanan dunia

Aku juga bisa merubah perilaku dan sifat manusia
Karena manusia mengidolakan aku
Banyak orang merubah kepribadiannya
Ada yang mengkhianati teman
Ada yang menjual tubuh
Bahkan ada juga yang meninggalkan keyakinan imannya
Semua itu mereka lalukan demi aku!

Aku tidak mengerti perbedaan
Antara orang baik dan buruk
Tetapi manusia sering memakai aku
Sebagai patokan derajat
Menentukan mana yang kaya mana yang miskin
Mana yang terhormat dan mana yang terhina

Aku ini bukanlah Iblis
Tapi orang-orang sering melakukan kekejian demi aku
Aku juga bukan orang ketiga
Namun banyak suami istri, anak dan orang tua pisah
Karena aku

Aku ini bukan Tuhan
Tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan
bahkan kerap kali hamba Tuhan lebih menghormati aku
padahal Tuhan sudah berpesan,
jangan menjadi hamba uang”.
Seharusnya akulah yang melayani manusia
Tapi  mengapa malah manusia mau jadi budakku?

Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun
Tapi banyak orang rela mati demi aku
Perlu aku ingatkan juga bahwa,
Maaf bila aku hanya bisa menjadi alat bayar bon obat anda,
tapi tidak mampu memperpanjang nyawa anda”

Kalau suatu hari anda harus dipanggil Tuhan
Aku tidak akan bisa menemani anda
Apalagi menjadi penebus dosa anda
Anda harus jalan sendiri bertemu dengan sang Pencipta
Lalu menerima penghakimanNYA
Saat itu, Tuhan pasti akan menghitung amalan anda
Apakah waktu hidup anda menggunakan aku dengan baik
Atau sebaliknya menjadikan aku sebagai Tuhan ?

Ini perkataan terakhirku,
Aku tidak ada di surga
Jadi jangan cari aku disana

Perkenalkan, namaku UANG


Tuesday, 19 November 2013

Beruntung Aku Terlahir Bukan Sebagai Perempuan



Dari rahim seorang ibu
Lahirlah aku sebagai anak laki-laki
Seandainya saja aku bisa
Bukan tangisan seorang bayi yang akan aku perdengarkan
Tetapi aku berteriak kegirangan
Karena aku tidak terlahir sebagai perempuan

Aku beruntung terlahir sebagai seorang laki-laki,
Karena sebagian dari kaumku beranggapan bahwa
Selingkuh adalah haknya  kaum lelaki
Selingkuh bagi kaum lelaki adalah sesuatu yang wajar
Selingkuh bagi kaum lelaki adalah sesuatu yang dapat dibenarkan

Aku beruntung karena terlahir sebagai seorang laki-laki,
Karena pada saat aku bercumbu rayu dengan wanita lain
Isteriku di rumah disibukkan dengan tugasnya sebagai ibu rumah tangga
Mencuci pakaian kotor biar senantiasa bersih
Memasak masakan yang lezat
Menjaga anak-anak biar selalu sehat
Merawat dan merapihkan rumah
Semua dilakukannya dengan segenap perasaan cinta
Semata-mata agar aku betah dan nyaman tinggal di rumah

Aku beruntung karena terlahir sebagai seorang laki-laki,
Karena sebagai seorang laki-laki
Aku dapat berselingkuh tanpa disertai perasaan bersalah
Toh , hal ini ada sejak peradaban manusia dimulai
Jauh sebelum aku terlahir di bumi ini

Aku beruntung karena terlahir sebagai seorang laki-laki,
Karena aku tidak akan pernah merasakan kepedihan dan kekecewaan
Yang dialami seorang perempuan menghadapi perselingkuhan  seseorang
Yang semula diharapkan mampu memberikan kebahagiaan baginya
Sampai ajal menjelang

Aku beruntung karena terlahir sebagai seorang laki-laki,
Karena aku tidak akan pernah merasakan kemarahan seorang perempuan
Atas ketidak adilan ini

Tapi,
Bagaimana jika terjadi aku terlahir sebagai perempuan?
Masih mampukan aku beranggapan bahwa selingkuh bagi kaum lelaki
Adalah sesuatu yang wajar?
Sesuatu yang dapat dibenarkan ?
Apakah aku masih mampu berkata inilah yang namanya keadilan ?
Ah . . . .

Sungguh suatu pertanyaan yang sangat menakutkan